Silahkan copas artikel dari blog ini karena artikel di blog ini adalah hasil dari copas blog lain

Apa Itu Sains?


Sains utamanya berurusan dengan pemahaman bagaimana dunia fisik bekerja. Sains adalah sebuah proses dimana kita mencoba memahami bagaimana dunia fisik bekerja dan bagaimana ia bisa begitu. Dunia fisik mencakup dunia yang dapat kita amati dengan indera kita dengan atau tanpa bantuan teknologi.

Sains tidak dapat membuktikan segalanya. Proses sains, ketika digunakan dengan benar, sesungguhnya berusaha menyanggah gagasan (hipotesis) dengan pengujian atau penantangan hipotesis lewat pengamatan (data) yang dikumpulkan dari eksperimen yang dirancang dengan hati-hati. Bila gagasannya bertahan terhadap pengujian, maka ia menjadi lebih kuat, dan lebih mungkin merupakan penjelasan yang akurat. Sains adalah sebuah proses yang hanya dapat menghasilkan penjelasan yang “mungkin” atau “sangat mungkin” untuk fenomena alam; tidak pernah ada kepastian. Dengan informasi, alat, atau pendekatan baru, penemuan sebelumnya dapat digantikan oleh penemuan baru.
Sains tidak dapat memecahkan semua masalah atau menjawab semua pertanyaan
Relung sains terbatas pada pemecahan masalah mengenai dunia fisik, sebuah dunia yang dapat kita amati dengan indera kita. Sains tidak memiliki perangkat yang baik untuk mengatasi relung supernatural, tidak pula relung nilai dan etika, relung yang tidak dapat diamati oleh indera kita. Penjelasan ilmiah harus dapat dibuktikan salah secara potensial. Penjelasan berdasarkan kekuatan supernatural, nilai-nilai atau etika tidak dapat dibuktikan salah dan karenanya tidak masuk dalam wilayah sains.
Tidak semua studi yang dilakukan hati-hati dan berdasarkan pengamatan bisa digolongkan sebagai sains
Sains harus mengikuti aturan-aturan tertentu; jika tidak, ia bukan sains (sama halnya sepakbola tidak dapat disebut sepakbola bila aturannya tidak diikuti). Aturan sains ditujukan untk membuat prosesnya se-objektif mungkin, dan karenanya menghasilkan derajat pemahaman yang sedekat mungkin dengan realitas. Penjelasan ilmiah harus beradasarkan pada pengamatan yang hati-hati dan pengujian hipotesis.
Sesuatu dikatakan objektif bila tidak dipengaruhi oleh perasaan, keinginan, dan prasangka. Lawan dari objektif adalah subjektif yaitu sesuatu yang dipengaruhi perasaan, keinginan, dan prasangka.
Sains dapat dilaksanakan dengan buruk. Tidak semua yang dilakukan secara ilmiah itu akurat dan handal.
Sains dapat dilaksanakan dengan buruk, sama seperti setiap perbuatan manusia lainnya. Kita semua bisa salah, sebagian dari kita membuat lebih sedikit kesalahan dari yang lain, sebagian mengamati lebih teliti dari yang lain, namun kita masih tetap subjektif juga pada akhirnya. Mekanisme koreksi diri dalam sains meningkatkan kehandalan hasilnya.
Berbagai ilmuan dapat memperoleh solusi yang berbeda pada masalah yang sama. Sains dapat dipengaruhi oleh ras, gender, kebangsaan, agama, politik, atau minat ekonomi ilmuan.
Sumber bias yang disengaja atau tidak disengaja yang masuk dalam sebuah studi dapat menghasilkan berbagai solusi atas masalah yang sama. Para ilmuan adalah manusia, dan walaupun mereka mengikuti aturan tertentu dan mencoba seobjektif mungkin, baik dalam pengamatan maupun penafsiran, bias mereka tetap ada. Bias rasial tak sadar, bias gender, status sosial, sumber pendanaan, atau topangan politik dapat dan memang mempengaruhi persepsi dan penafsiran seseorang. Sayangnya, sains terlalu sering disalah gunakan. Karena ia bekerja terlalu baik, ada orang-orang yang mencoba menggunakan nama sains untuk “membuktikan” keyakinan favoritnya, bahkan walaupun aturan sains tidak diterapkan. Kasus demikian disebut “pseudosains”. Selain itu, sebagian ilmuan juga telah diketahui melakukan penipuan, untuk mendukung gagasan mereka. Karya demikian biasanya terekspos cepat atau lambat, karena sistem tinjau sejawat dan penelitian ilmuan lainnya.
Pengetahuan mengenai apa itu sains, apa yang dapat dan tidak dapat ia lakukan, dan bagaimana ia bekerja, penting bagi semua orang
Orang mesti mampu mengevaluasi informasi ilmiah dan membuat keputusan mengenai informasi tersebut. Informasi ilmiah digunakan untuk mendukung argumen politik, mengiklankan produk, dan memberi tahu orang mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mereka. Penting bagi semua orang untuk melek secara ilmiah agar mampu berpikir kritis mengenai apa yang harus dipilih, apa yang harus dibeli, dan bagaimana melindungi kesehatan mereka.
Sumber
Rodriguez, A.M. 2002. What Is Science.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati


Para peneliti mengatakan bahwa mereka mengamati tidak adanya peningkatan risiko untuk tumor sistem saraf pusat atau untuk semua kombinasi kanker pada pengguna ponsel.

Tidak ada hubungan antara penggunaan jangka panjang ponsel dan tumor otak atau tumor sistem saraf pusat, demikian temuan dalam penelitian baru yang dipublikasikan dalam British Medical Journal.
Jumlah pengguna ponsel terus meningkat dengan lebih dari lima miliar pelanggan di seluruh dunia pada tahun 2010. Hal ini menyebabkan kekhawatiran tentang potensi efek yang merugikan kesehatan, terutama tumor pada sistem saraf pusat.
Penelitian sebelumnya terhadap hubungan antara penggunaan ponsel dan tumor telah cukup meyakinkan, terutama bagi penggunaan ponsel dalam jangka panjang. Beberapa studi sebelumnya, yang mengambil bentuk studi kasus kontrol, hanya melibatkan sejumlah kecil pengguna jangka panjang dan terbukti rentan terhadap kesalahan dan bias. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) baru-baru ini bahkan mengklasifikasikan medan elektromagnetik frekuensi radio, seperti yang dipancarkan ponsel, sebagai kemungkinan karsinogenik pada manusia.
Satu-satunya studi cohort (studi analisis di mana kelompok yang memiliki karakteristik serupa dimonitor dari waktu ke waktu bersamaan dengan kelompok lain yang berbeda karakteristik), yang menyelidiki penggunaan ponsel dan kanker, hanyalah studi nasional Denmark yang membandingkan risiko kanker dari 420.095 pelanggan telepon selular di Denmark dari tahun 1982 hingga 1995. Penelitian ini tidak menemukan bukti adanya peningkatan risiko tumor otak atau sistem saraf atau kanker apapun di kalangan pelanggan telepon seluler.
Jadi para peneliti, yang dipimpin Institute of Cancer Epidemiology di Kopenhagen, melanjutkan studi ini hingga tahun 2007.
Mereka mempelajari data pada seluruh penduduk Denmark berusia 30 dan lebih yang lahir di Denmark setelah tahun 1925, dibagi lagi menjadi pelanggan dan non-pelanggan ponsel sebelum tahun 1995. Informasinya dikumpulkan dari operator jaringan telepon Denmark dan dari Daftar Kanker Denmark.
Secara keseluruhan, 10.729 tumor sistem saraf pusat terjadi pada masa studi 1990-2007.
Ketika angka tersebut dibatasi untuk pengguna terpanjang telepon selular – 13 tahun atau lebih – tingkat kanker ternyata hampir sama pada pengguna jangka panjang maupun non-pelanggan ponsel.
Para peneliti mengatakan bahwa mereka mengamati tidak adanya peningkatan risiko untuk tumor sistem saraf pusat atau untuk semua kombinasi kanker pada pengguna ponsel.
Mereka menyimpulkan: “Perpanjangan studi ini memungkinkan kami menyelidiki efek pada orang yang telah menggunakan ponsel selama 10 tahun atau lebih, dan penggunaan jangka panjang ini tidak terkait dengan risiko yang lebih tinggi terkena kanker.
“Bagaimanapun juga, sebagaimana peningkatan risiko yang kecil hingga sedang pada subkelompok pengguna berat atau bahkan setelah periode induksi yang lebih lama dari 10-15 tahun, tidak boleh dikesampingkan, studi lebih lanjut dengan penelitian populasi yang besar, di mana potensi kesalahan klasifikasi eksposur dan bias seleksi bisa diminimalkan, masih diperlukan.”
Dalam penyertaan editorial, Profesor Anders Ahlbom dan Maria Feychting dari Institut Karolinska di Swedia mengatakan bahwa ini merupakan bukti baru yang meyakinkan, tapi pemantauan secara terus-menerus pada register kesehatan dan cohort prospektif masih diperlukan.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati


Neutrino meluncur lebih cepat daripada cahaya? Hal ini tampaknya menjadi kesimpulan dari pengukuran yang dilakukan oleh tim peneliti di bawah pimpinan Dario Autiero, seorang peneliti CNRS, sebagai bagian dari eksperimen internasional OPERA. Hasil yang tak terduga ini dipublikasikan pada Jumat, 23 September 2011, pukul 2:00 (waktu Paris) dalam jurnal arXiv, dan disajikan pada hari yang sama pada pukul 4:00 am dari CERN, di Jenewa, dalam sebuah seminar yang disiarkan secara online.
Pada tahun 1905, teori relativitas Einstein telah membuktikan bahwa tidak ada yang mampu melebihi kecepatan cahaya dalam vakum. Namun, lebih dari satu abad kemudian, setelah tiga tahun pengukuran berpresisi sangat tinggi dan analisis yang kompleks, eksperimen OPERA telah membawa hasil yang sama sekali tak terduga: perjalanan neutrino secara signifikan ke depan lebih cepat daripada cahaya pada jarak yang sama dalam vakum.
Percobaan OPERA didedikasikan untuk mengobservasi dan mendeteksi sinar neutrino yang dihasilkan akselerator CERN di Jenewa dari jarak 730 km di laboratorium bawah tanah Gran Sasso, Italia. Perjalanan cahaya selama 2,4 milidetik. Namun percobaan OPERA telah mendeteksi neutrino mencapai Gran Sasso selama 60 nanodetik lebih cepat. Dengan kata lain, setelah berjalan 730 km, neutrino melewati garis finish 20 meter di depan foton hipotetis yang melakukan perjalanan pada jarak yang sama.
Detektor neutrino di laboraturium Gran Sasso, Italia (INFN). (Kredit: Paolo Lombardi INFN-MI)
“Kami telah menetapkan suatu sistem yang memungkinkan kami mencapai sinkronisasi antara CERN dan Gran Sasso dengan akurasi nanodetik dan kami telah mengukur jarak antara kedua situs ke dalam 20 cm. Karena ketidakpastian yang rendah dari pengukuran ini, kami sangat yakin dengan hasil kami ini,” kata Dario Autiero, peneliti CNRS dari Institut Fisika Nuklir (IPNL) di Lyon. “Dengan demikian, kami ingin membandingkan pengukuran kami dengan eksperimen lainnya, karena tidak ada dalam data kami yang menjelaskan mengapa neutrino tampaknya berjalan sedemikian cepat.” Hasil ini didasarkan pada pengamatan lebih dari 15.000 neutrino.
“Hasil ini benar-benar tak terduga,” tekan Antonio Ereditato, dari University of Bern dan juru bicara untuk eksperimen OPERA. “Penelitian dan verifikasi selama berbulan-bulan belumlah cukup untuk mengidentifikasi efek instrumental yang bisa menjelaskan hasil dari pengukuran kami ini. Selagi para peneliti yang mengambil bagian dalam eksperimen ini akan terus bekerja, mereka berharap  membandingkan hasil mereka ini dengan eksperimen lain sehingga bisa sepenuhnya menilai sifat pengamatan ini.
Sejauh ini, kecepatan cahaya selalu dianggap tak mampu diungguli. Semestinya ini tidak menjadi kasus, ini bisa membuka perspektif teoretis yang sama sekali baru. Mengingat dampak besar yang dihasilkan itu bisa terjadi pada fisika, pengukuran independen diperlukan pada efek yang terobservasi untuk memperoleh kepastian apakah nantinya terbantahkan atau sebaliknya menjadi mapan. Inilah alasan mengapa para peneliti dalam kolaborasi OPERA ingin mengirimkan hasil ini untuk pemeriksaan sesama fisikawan di seluruh dunia.
Percobaan OPERA diresmikan pada tahun 2006 untuk mengamati transformasi langka (osilasi) dari neutrino muon ke neutrino tau. Salah satu osilasi yang terdeteksi pada tahun 2010, menunjukkan kapasitas eksperimen yang unik dalam hal deteksi sinyal neutrino tau yang sulit dipahami.
Empat laboratorium CNRS yang terlibat dalam percobaan OPERA adalah Institut Fisika Nuklir INPL di Lyon (CNRS/Université Claude Bernard-Lyon 1), Institut Pluridisciplinary Hubert Curien (CNRS/Université de Strasbourg), Laboratorium Akselerator Linear (CNRS/Université Paris-Sud 11), yang berpartisipasi hingga tahun 2005, Laboratorium Fisika Partikel di Annecy le Vieux (CNRS/Université de Savoie).
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati


"Kita cenderung menilai anak-anak dan menentukan program pendidikan mereka relatif awal dalam hidup, tapi di sini kami telah menunjukkan bahwa kecerdasan mereka masih mungkin untuk terus berkembang."

IQ, ukuran kecerdasan standar, dapat meningkat atau jatuh secara signifikan selama masa-masa remaja dan perubahan ini terkait dengan perubahan struktur otak kita, demikian menurut penelitian yang didanai Wellcome Trust.
Di sepanjang hidup, kemampuan intelektual kita dianggap stabil, dengan skor intelligence quotient (IQ) yang diambil pada satu titik waktu untuk digunakan dalam memprediksi prestasi pendidikan dan prospek pekerjaan di kemudian hari. Namun, dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan 20 Oktober dalam jurnalNature, para peneliti di Wellcome Trust Centre for Neuroimaging di UCL (University College London) dan Centre for Educational Neuroscience, untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa, pada faktanya, IQ kita tidak bersifat konstan.
Para peneliti, yang dipimpin Profesor Cathy Price, menguji 33 remaja sehat pada tahun 2004 ketika mereka berusia di antara 12 dan 16 tahun. Empat tahun kemudian, mereka kemudian mengulangi tes ketika para subjek yang sama sudah berusia antara 15 dan 20 tahun. Pada kesempatan kedua, para peneliti melakukan pemindaian otak struktural pada para subjek dengan menggunakan pencitraan resonansi magnetik (MRI).
Profesor Price dan rekan-rekannya menemukan perubahan yang signifikan terhadap nilai IQ pada tahun 2008 dibandingkan dengan nilai di tahun 2004. Beberapa subjek telah mengalami peningkatan kinerja relatif sebanyak 20 poin pada skala IQ standar, namun pada kasus lain, terdapat pula kinerja yang jatuh dalam jumlah yang sama.
Untuk menguji perubahan-perubahan ini, para peneliti menganalisis pindaian MRI untuk melihat apakah ada korelasinya dengan perubahan dalam struktur otak subjek.
“Kami menemukan sejumlah besar perubahan kinerja para subjek dalam tes IQ pada tahun 2008 dibandingkan dengan empat tahun sebelumnya,” jelas Sue Ramsden, penulis pertama studi. “Beberapa subjek secara nyata berkinerja dengan lebih baik namun beberapanya berkinerja jauh lebih buruk. Kami menemukan korelasi yang jelas antara perubahan dalam kinerja dan perubahan dalam struktur otak mereka, sehingga dapat mengatakan dengan pasti bahwa beberapa perubahan dalam IQ adalah nyata.”
Para peneliti mengukur IQ verbal setiap subjek, yang mencakup pengukuran bahasa, aritmatika, memori dan pengetahuan umum, serta IQ non-verbal mereka, seperti mengidentifikasi unsur-unsur yang hilang dari sebuah gambar atau memecahkan teka-teki visual. Mereka menemukan korelasinya yang jelas dengan area-area tertentu di otak.
Peningkatan dalam skor IQ verbal berkorelasi dengan peningkatan kepadatan materi abu-abu – sel-sel saraf di mana pengelolaan berlangsung – di area korteks motorik kiri otak yang diaktifkan ketika mengartikulasikan pembicaraan. Demikian pula, peningkatan skor IQ non-verbal berkorelasi dengan peningkatan kepadatan materi abu-abu di otak kecil anterior, yang berhubungan dengan gerakan tangan. Namun, peningkatan IQ verbal tidak harus bersamaan dengan peningkatan non-verbal IQ.
Menurut Profesor Price, tidak jelas mengapa IQ harus berubah sedemikian banyak dan mengapa kinerja beberapa orang membaik sedangkan yang lainnya malah menurun. Mungkin perbedaannya adalah karena beberapa subjek mengalami pengembangan yang lebih awal atau terlambat, tapi mungkin juga karena pendidikan berperan dalam mengubah IQ, dan ini memiliki implikasi untuk bagaimana anak-anak sekolah dinilai.
“Kita cenderung menilai anak-anak dan menentukan program pendidikan mereka relatif awal dalam hidup, tapi di sini kami telah menunjukkan bahwa kecerdasan mereka masih mungkin untuk terus berkembang,” kata Profesor Price. “Kita harus berhati-hati untuk tidak menulis berkinerja buruk pada tahap awal ketika pada kenyataannya IQ mereka masih bisa meningkat secara signifikan pada beberapa tahun lagi.
“Ini analog dengan kebugaran. Seorang remaja yang secara atletis bugar di usia 14 tahun, bisa menjadi kurang bugar di usia 18 tahun jika mereka berhenti berolahraga. Sebaliknya, seorang remaja yang tidak bugar bisa menjadi jauh lebih bugar dengan berolahraga.”
Penelitian lain dari Wellcome Trust Center for Neuroimaging dan kelompok penelitian lain telah memberikan bukti kuat bahwa struktur otak tetap ‘plastik’ (masih bisa berubah) bahkan di sepanjang hidup dewasa. Sebagai contoh, baru-baru ini Profesor Price menunjukkan bahwa para gerilyawan di Columbia yang telah belajar membaca saat dewasa memiliki kerapatan materi abu-abu yang lebih tinggi di beberapa area belahan kiri otak dibandingkan dengan mereka yang tidak belajar membaca. Profesor Eleanor Maguire, yang juga dari Pusat Wellcome Trust, menunjukkan bahwa bagian struktur otak yang disebuthippocampus, yang berperan penting dalam memori dan navigasi, memiliki volume yang lebih besar pada sopir-sopir taksi berlisensi di London.
“Pertanyaannya adalah, jika struktur otak kita dapat mengubah seluruh kehidupan dewasa kita, dapatkah IQ kita juga berubah?” Profesor Price menambahkan. “Dugaan saya adalah ya. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa otak kita dapat beradaptasi dan strukturnya mengalami perubahan, bahkan di masa dewasa.”
“Penelitian menarik ini menyoroti bagaimana ‘plastik’-nya otak manusia,” kata Dr. John Williams, Kepala Neuroscience dan Kesehatan Mental di Wellcome Trust. “Akan menarik untuk melihat apakah struktural mengalami perubahan-perubahan seiring kita bertumbuh dan berkembang melampaui IQ pada fungsi-fungsi kognitif lainnya. Penelitian ini menantang kita untuk berpikir tentang pengamatan ini dan bagaimana ini dapat diterapkan untuk memperoleh wawasan apa yang mungkin terjadi ketika seseorang menyerah pada gangguan kesehatan mental.”
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

It really was not real

sorry in advance,if my english in a mess

I'll tell you a secret

the secret is a story,not an ordinary story.Not a legend,myth,fairy tale or the other.It's about me
The secret is....................................
















































































































































I know you know that i don't know you,and vice versa

Hahaha,certainly it's not asecret
a secret is no secret if disseminated, u agree?




Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Free Class Of 2012 Cursors at www.totallyfreecursors.com